June 18, 2013

Mawarnya, Kisahnya

Greeting Text


source: Google

Senyuman itu berubah menjadi tangisan. Menyebabkan sebuah luka yang tak pernah terbayangkan dibenaknya. Senyuman yang indah itu sirna hanya karena sebuah keterbukaan semata. Membuatnya semakin terluka dengan kisah lama. Memaksanya untuk tetap tegar terhadap beberapa kisah dihidupnya. 

Aku menatap matanya dalam. Perlahan tapi pasti, menginginkan sebuah senyuman yang mengalun indah di setiap tawanya. Namun ternyata itu tak pernah semudah yang aku bayangkan. Aku hanya ingin selalu ada untuknya, selama yang aku bisa.

Tiba-tiba aku melihatnya pergi dengan setangkai mawar yang selalu ada di meja riasnya. Ia memegangnya erat diatas dadanya. Aku terbelalak ketika aku melihat ia menghancurkan bunga mawar yang selalu dijaganya. Ia menangis. Lalu berlari ke arahku dan berkata, "Aku menyayanginya. Tapi aku terlambat". Mendadak aku bisu didepannya. Aku hanya mampu memeluknya, menghapus air matanya dan mencoba membuatnya tersenyum setiap saat.

Ia begitu menyukai mawar. Ia selalu berkata ia ingin menjadi seperti mawar karena mawar itu cantik dan tidak sembarang orang bisa memetiknya. Mawar memiliki duri sebagai pelindung kehidupannya. Ya begitulah keinginannya sejak kecil. Menjadi mawar yang cantik dan memiliki duri tajam yang mampu melindunginya. Namun saat itu aku melihat ia menghancurkan hal yang sangat penting baginya. Aku sadar, ia benar-benar terluka saat itu. Aku hanya tak berani untuk menanyakan masalahnya, aku hanya ingin ia melupakan masalahnya dan menjadi dirinya yang seperti biasa.

Malam itu hujan turun. Ia datang ke rumahku dengan basah kuyup. Ia berkata, "Aku ingin bermain hujan denganmu malam ini". Aku memang tak pernah bisa menolak keinginannya, aku mengikutinya bermain hujan. Aku beranggapan, itulah caranya ia menghibur dirinya sendiri. Aku hanya memaninya. Tak lama hujan itupun berhenti.

Bintang-bintang mulai bermunculan di langit malam itu. Ia hanya mendongak dan berkata, "Ah terima kasih untuk hari ini". Ia memang selalu begitu, ketika perasaannya sudah membaik ia akan kembali seperti biasanya. Aku sangat paham dengannya, itulah ia. Ia memang mengesalkan tapi sangat mudah dirindukan.

Mawarnya, Kisahnya..
Mawar dijadikan simbol dalam hidupnya. Dijadikan sebuah harapan dalam hidupnya. Dijadikan kisah yang akan dikenang oleh setiap orang yang mengenalnya. Ia adalah mawar dalam kisah setiap orang yang mencoba memahami kisahnya. Kamu memahami kisahnya? Maka kamulah yang menjadi mawarnya. Karena tulisan ini adalah tulisan yang memerlukan kepandaian dalam menganalisis siapa mawar dan dia yang aku ceritakan dalam kisah ini. Ketika aku yang membacanya maka aku memiliki dua peran disini, sebagai dia dan mawar. Mawarmu, kisahmu.. 

Yang aku tau, mawar selalu bisa membuat orang tersenyum. Yang aku tau, mawar selalu memiliki kesempatan membuat orang terluka. Itulah mawar, mawar dalam dunia kita adalah manusia. Manusia yang mungkin bisa lebih menyakitimu. Mawar itu ada pada dirimu sendiri. Mawar yang selalu dirindukan oleh orang lain. Mawar yang indah dan hidup.

April 23, 2013

Aku dengan serpihan rindu

Greeting Text
 
Aku yang sering tertegun oleh tingkah menyenangkanmu hanya bisa tersenyum dalam tangis memandangi foto kita dulu. Aku yang mudah tertawa karena ulahmu yang lucu itu hanya bisa merindukannya dalam hati saja. Aku yang sering merindukanmu kini hanya bisa menyimpannya dalam angan kisah melankolis yang semu. Membiarkannya terhempas angin dan menyelipkannya dalam butiran doa yang mengalun indah untuk Sang Pemuas Cinta. Tak berani menyapa, tak berani mengadu dan tak berani menyentuh. Hanya diam.. seperti biasa..

Mencintai tak pernah semudah menuliskan kata cinta, tak pernah semudah menghirup semilir angin yang lembut, tak pernah semudah menghempaskan kertas-kertas rusak yang dimakan tinta, tak semudah menghentikan dentuman musik yang kian menderu, tak semudah memandangi bintang bersama orang yang istimewa, tak semudah bayangan diri yang terekam sinar matahari, tak semudah memperhatikan setiap senyuman orang disekitar, tak semudah itu.. tak pernah semudah itu... tak pernah... 

Kamu yang semakin hari semakin dirindu mungkin tak pernah sadar betapa indahnya duniamu sehingga aku begitu ingin masuk kedalam duniamu itu. Lagi dan lagi aku berpeluh kesah dengan rindu, memaksa hati tuk segera pergi meninggalkan cermin kosong masa lalu. Membuka jendela dengan sinar putih yang hampir mengambil penglihatanku.Terpesona.

Aku yang semakin merindumu dalam diamku kembali menyembunyikan perasaan yang begitu sulit untuk disembunyikan. Walau aku tahu, aku tak akan pernah bisa menyembunyikan perasaan itu. Semua orang pasti akan memiliki pendapat yang sama tentang apa yang aku rasa. Aku tak pernah tau bagaimana caranya untuk menghapuskan perasaan ini. Aku yang tak bisa mengungkap perasaan ini kadang merasa begitu tertekan. Ingin berteriak namun tak bisa. Ingin berkata banyak tapi tak mampu. Seolah-olah ada dinding yang membentengi diriku menjadi sedikit tertutup; mungkin karena ketidakpercayaanku kepada banyak orang. 
 
Ingin meruntuhkan dinding-dinding itu tapi aku pun tak mampu. Dinding yang begitu kokoh sudah menjadi pagar di kehidupanku sejak lama. Aku yang sering ingin membebaskan diri untuk menjadi yang lebih dari yang aku bisa pun sulit dilakukan, aku selalu terseret perlahan ke dinding yang semula. Merenung.

Aku yang sempat takut jatuh cinta kini telah terlena akan nestapa dunia yang semakin lama semakin membius lara. Menghancurkan prinsip dan konsep diri. Hingga aku kembali memeluk tubuh besar yang selalu ada untukku, Ayah. Lagi dan lagi, Ayah yang selalu ada untukku, menjaga tubuh kecil mungil yang selalu dicintainya ini. 
Menangis-haru..

April 21, 2013

I am? Maybe


Suara guntur terdengar semakin jelas, mengubah perasaan yang kian lama kian membiru ini semakin menyakitan. Lantunan lagu favoritku pun semakin membawaku pada kenangan indah masa lalu, aku hanya diam terpaku mengingat beberapa kenangan manis setahun terakhir ini. Begitulah, setiap jalan cerita seseorang selalu memiliki kenangan yang begitu berharga. Manusiawi..

Hujan pun tak terasa sudah turun dengan sangat deras. Aku hanya memperhatikan turunnya hujan dan menunggu pelangi membiaskan keindahannya. Aku membiarkan diriku tersenyum dengan bebas, dengan caraku..

Sebuah lantunan lagu pun berbisik "I’m so sorry but I love you, it’s all a lie. I didn’t know, but I know now that I need you. I’m so sorry but I love you out of anger. I pushed you away with those piercing words without realizing. I’m so sorry but I love you, it’s all a lie. I’m so sorry (I’m so sorry), but I love you (I love you more more). I’m so sorry but I love you, will you leave and forget me slowly, so I can be in pain?" - Lies (Bigbang)

I just wonder what my mind and my heart wants. I just think that "Perhaps, the reason I can’t say ‘I love you’ is that I am afraid of the painful sad days of waiting after we meet." I don't know. I just feel it more and more. I just hurting myself, maybe.


Dimana ada suka, disitulah letak duka. Dimana ada cinta, disitulah letak luka. Dimana ada kita, disitulah letak cerita. Dimana ada cerita, disitulah letak kita. Dimana ada kita, disitulah letak mimpi. Dimana ada mimpi, disitulah ada perjuangan. Dan seterusnya..
Kita tak bisa menciptakan takdir tapi kita diberi kesempatan untuk menciptakan jalan hidup kita. Mau ke arah mana? Ke arah yang baik atau yang buruk itu tergantung pilihan kita sendiri.

Sempat merasa diabaikan, ditinggalkan, dijatuhkan lalu tersenyum bahagia karena telah mendaki sebuah jalan terjal yang membuat diri ini semakin mengerti arti kehidupan. Setiap mimpi selalu ada cara untuk meraihnya, tergantung seberapa usaha dan kepercayaan kita. Mimpi dan cinta tidak hanya untuk sebagian orang tapi untuk semua orang yang mau membuka hati dan pikirannya tuk meraih mimpi dan cinta itu.

Kadang aku menutup mataku hanya untuk membayangkan bagaimana bahagianya aku saat jatuh cinta namun hal itulah yang membuatku sakit sendirian, aku terbiasa memutar memori indah bersama orang-orang yang pernah ada didalam hidupku. Dan tidak berhenti disitu, kadang aku ingin mengulangnya kembali padahal aku tau, itulah yang membuatku sakit. Aku adalah salah satu orang yang ketika mencintai seseorang, akan sangat cinta dan ketika membenci seseorang, aku hanya akan diam tak peduli dengan apa yang dilakukannya. I don't wanna miss this anymore.

My daddy always remind me of this things. "when u fell in love, u just want to be next that person. u just want to share anything with that person. u just want to hang out with that person. u just want what he/she want. u just want to be that person all the times. then u just lost the real u.. again and again.." It's true maybe. Smiling.

Anyway, thanks Dad. I love you..

March 11, 2013

Hai kamu. Apa kabar?

Greeting Text

Selamat Hari Senin!

Hai kamu. Apa kabar? 
Mungkin kamu lebih bahagia tanpa aku tapi tidak denganku. Aku yang masih diam-diam mencintaimu
lalu diam-diam mendoakan dan memohon agar dijodohkan denganmu. Itulah doa yang selalu berbisik manja di setiap malam sebelum tidurku atau terselip dalam setiap sujudku. 

Hai kamu. Apa kabar?
Aku hanya ingin bertemu denganmu walau aku tau setiap kita bertemu, aku selalu tak mampu mengucap sepatah kata untuk menyapamu. Aku pasti terdiam dan terkesan bisu dimatamu. Itulah efek samping saat bertemu denganmu tapi aku senang bisa melihatmu tertawa walau lagi-lagi aku tau, tawa itu bukan karena aku. Walau aku tau, tawa itu karena orang lain yang bisa dekat dan terbiasa menghabiskan waktunya denganmu. 

Hai kamu. Apa kabar?
Sudah lama aku tidak merasa khawatir karena tidak mendapat kabar darimu. Sudah lama aku tidak merasa was-was saat banyak orang mendekati dan bermanja-manjaan denganmu. Sudah lama aku tidak merasa cemburu saat melihat banyak perempuan yang senang berada didekatmu. Ya, sudah lama..

Hai kamu. Apa kabar?
Aku rindu bermain air hujan denganmu. Kini aku hanya bisa menatap turunnya air hujan atas kuasa cintaNya, aku tak berani bermain air hujan sendirian. Ditemani dengan lagu-lagu sendu klasik aku menatap mereka turun dari langit untuk membanjiri sekitar halaman rumahku. Biasanya tidak, kita selalu bermain dengan mereka dengan gembira.

Hai kamu. Apa kabar?
Aku bukan hanya tak berani menyapamu saat bertemu langsung. Tapi aku juga tak berani menyapamu lewat ponsel kesayanganku. Aku hanya berani membuka timeline twitter yang kamu miliki. Aku tak berani mementionmu. Tak berani...

Hai kamu. Apa kabar?
Aku hanya iri denganmu. Karena kamu begitu disayangi oleh aku. Karena kamu begitu dirindukan oleh aku. Karena kamu begitu diperdulikan oleh aku. Karena kamu begitu dicintai oleh aku. Karena kamu begitu diinginkan oleh aku. Karena kamu..

Hai kamu. Apa kabar?
Aku dengar, kamu sudah sukses dengan dunia yang kamu geluti sejak masa sekolah. Aku dengar, kamu sudah menemukan penggantiku. Aku dengar, kamu sudah bahagia tanpa aku. Aku hanya bisa terdiam bisu mendengar berita yang beredar tentangmu. Aku hanya bingung, aku harus bahagia atau sedih mendengar hal itu. Karena aku masih belum bisa melupakanmu.. Aku belum bisa tersenyum tanpamu..

Hai kamu. Apa kabar?
Kamu adalah sumber kebahagiaanku. Tapi kamu juga sangat berpotensi menjadi sumber ladang air mataku. Sampai detik inipun aku masih bisa tersenyum dan menangis karenamu. Maksudku, karena kenangan diantara kita. Karena dalam sebuah cerita pasti ada kenangan yang selalu diingat. Begitu pula dengan sebuah cinta pasti ada seseorang yang selalu diingat. Seperti kamu..

Hai kamu. Apa kabar?
Aku ingat sebuah pepatah yang menyadarkanku, "Cinta yang memilih kita bukan kita yang memilih cinta". Aku menangis mendengar pepatah itu. Mungkin aku dan kamu hanya diseret cinta untuk menjadi masa lalu bukan menjadi masa depan. Tak apa, akan ada ganti yang lebih baik bukan? Aku berdiri dan menyatakan bahwa aku sudah berubah. Aku sudah hidup di masaku sendiri. Percaya diri dan yakin atas masa depan yang gemilang karena hidup untuk tumbuh ke atas bukan ke bawah..

"Hai kamu. Apa kabar?
Hai kamu. Apa kabar?
Hai kamu. Apa kabar?"

Aku tersenyum. Termenung melihat semua bayangan masa lalu. Aku sudah bangkit untuk meraih masa depanku. Aku sudah fokus kepada satu titik yang pasti hanya untuk Ridho Tuhanku. Terima kasih karena sudah ada disetiap hembus nafasku Tuhan. Terima kasih. Dan hal yang masih aku ingat dari beberapa pesan kecil dari seseorang yang sempat begitu aku sayang yakni "D-E-W-A-S-A!" Dewasa dalam setiap hal, dewasa dalam keadaan apapun, dewasa untuk mendewasakan hidup!

"Bahagia itu sederhana saat aku mencintaimu dan kamupun rasakan hal yang sama. Tanpa sebuah pengkhianatan dan kita saling membahagiakan."

February 18, 2013

Kenangan dibalik Sosokmu Dulu

Greeting Text



Dalam tatapan tajammu-pun aku masih sanggup melihat cinta disana. Dalam setiap hembusan nafasmu-pun, aku masih sanggup mendengar nafas itu untukku. Dalam sebuah tawamu-pun, aku masih sanggup melihat tawa itu untukku. Dalam setiap jejakmu-pun, aku masih sanggup melihat jejak itu tertinggal untukku. Untukku yang selalu menunggumu, menunggu hal yang indah untuk bersamaku. Dalam gelap, aku masih mampu melihatmu. Masih mampu berlari mengejar sosokmu.

Tak lama kemudian, aku tersadar. Aku mulai lelah mengejar sosokmu yang berlari seperti citah. Aku duduk sendirian saat memandangi indahnya hujan yang selalu aku suka. Duduk termenung dalam kesendirianku yang mulai haus akan tertawa bersama sosok yang begitu aku cinta. Hanya ditemani oleh sebuah rindu dan milyaran kenangan saat bersamamu. Kenangan yang terukir bersama dengan hujan dan hembusan angin.

Aku sudah terbiasa sendirian sejak kehilanganmu. Tak tau harus apa dan bagaimana sejak malam dimana aku menerima telepon bahwa kita harus menjalani hidup kita masing-masing, tidak seperti dulu. Keputusan yang cukup berat aku terima hingga akhirnya aku terbiasa dengan kesendirianku. Namun aku masih dengan hati yang sama, dengan prinsip yang sama bahwa Tuhan sedang menguji kita untuk disatukan kembali suatu saat nanti.

Angin masih mendekapku erat hingga akhirnya aku tersadar bahwa aku tidak sedang merasakan cinta seperti yang orang lain rasakan. Aku hanya termenung memikirkan apa yang sempat kau janjikan denganku, ternyata itu hanya kata-kata manis yang sempat kau ucap untukku bukan janji yang akan terwujud bersamaku. “Omongan lelaki seharusnya memang tidak aku masukkan ke dalam hati yang hanya bisa menyakitiku”, gumamku sambil tertawa.

Aku yang mudah luluh dan termakan oleh janji palsumu.

February 15, 2013

Untuk Kamu

Greeting Text



Selamat Malam..
Selamat Menikmati Jumat Malam yang Gemilang..

#NP Sad – TANK (Ost. Princess Hours)
Kadang aku merenung tentang arti hadirnya kamu didalam hidupku, hadirnya kamu di masa lalu, di masa ini ataupun di masa yang akan datang. Aku berfikir, untuk apa ada pertemuan jika akhirnya dipisahkan? Untuk apa ada kata menunggu jika takkan ada kabar bahagia? Untuk apa ada kesedihan jika ada kebahagiaan?

Mungkin kesal.
Karena ketika sedang benar-benar menyayangi seseorang tapi takdir memisahkan. Karena ketika sedang benar-benar menunggu tapi tak ada kepastian. Karena ketika sedang benar-benar sedih ada si pembuat kebahagiaan lain. Dan herannya, selalu ada pihak lain yang selalu ada untukmu dan itu bukan aku. Tapi orang lain.

Hatiku memang sudah lama rapuh.
Lelah karena sering dipermainkan oleh takdir. Ingin berteriak tapi rasanya tak mampu. Hingga akhirnya hanya diam, diam seribu bahasa. Tak mampu menatap matamu, tak mampu melihat senyumanmu, tak mampu mengerti keadaan dan waktu, tak mampu berjalan sendirian. Hingga aku tertatih, terjatuh lalu belajar berjalan di atas duri-duri kehidupan. Sendirian.

Aku memang anak ingusan yang tak mengerti tentang banyak hal tapi aku percaya Tuhan mengerti banyak hal hingga aku hanya mampu bertahan dalam ketidakpastian rindu. Melawan arus dunia yang membuatku kian merunduk tapi aku tak perduli karena impianku disana.. masih menungguku. Aku berlari, melawan mentari, mencari perlidungan dan bertahan sendirian. Dalam lubang kenangan. Lubang yang sering mengiris hati semua orang.

Aku masih sendirian.
Aku berjalan, tersandung batuan besar lalu kembali bangkit dan berjalan lagi. Tapi aku masih sendirian. Tak lagi aku lihat sosok dirimu. Sosokmu yang telah hilang dimakan waktu dan aku masih mencari sosokmu yang semakin tenggelam dalam kerinduan malam. Aku terjatuh lagi..

Mungkin kamu tak akan pahami hati ini, tak akan pahami perasaan ini. Yang aku tau, yang aku yakini dan yang aku hadapi hanya 1 dengan berbagai macam persoalan yakni Kehidupan. Ya, aku hidup. Itulah alasan dari semua hal yang terjadi. Kini aku paham, kehidupan mengajarkan banyak hal untuk masa depab. Untuk itulah aku hidup di kehidupan ini.


Lantas sudikah kamu menemani masa depanku? Sudikah kamu menjadikanku pelabuhan terakhirmu?




February 5, 2013

Rindu dan Hidup

Greeting Text


 source: Tumblr


Selamat sore, kamu!  
Ada beberapa hal yang sulit diucapkan namun bisa dituliskan. Seperti rindu yang sulit diucapkan ketika Aku tak memiliki daya walaupun aku sudah berupaya. Ya begitulah, kisah rindu yang tak sampai.. 
Menyakitkan.
Ketika tidak diutarakan malah menyakiti diriku sendiri dan ketika diutarakan (mungkin) bisa menyakiti pihak lain. Membingungkan memang tapi itulah pilihan. Kadang sulit tapi tetap harus dipilih..

Aku bukan tidak berani mengutarakan isi hatiku kepadanya namun aku memiliki prinsip yang tak bisa aku jabarkan satu per satu. Aku lebih memilih untuk tidak mengutarakan sesuatu hal ketika aku rindu seseorang yang aku cintai misalnya. Aku tak perduli apa kata orang karena ini aku.

Bukan tidak benar-benar sayang kepadanya, akan tetapi aku sayang kepadanya karena itu aku memilih untuk tidak mengatakan apapun tentang perasaanku. Bukan munafik tapi prinsip. Aku lebih senang ketika dia tidak mengetahui apapun akan tetapi rasa sayangku kepadanya tetap tercurah. Aku memilih untuk mengutarakannya kepada Tuhan. Karena Dialah Sang Pemuas Cinta. 

Aku memlih karena aku paham bahwasanya bukan kita yang memilih cinta akan tetapi cinta yang memilih kita. Tenang saja, tidak perlu berfikir yang aneh-aneh. Jadilah dirimu sendiri dalam memaknai cinta. Kamu fikir, ketika kamu memiliki kekasih hati lantas cinta memilihmu untuk tetap berada disampingnya? Tentu saja tidak, masih ada banyak kemungkinan lainnya. Bisa saja kan ketika kamu memiliki kekasih, kamu tidak benar-benar menyayanginya? Atau bahkan mungkin kamu hanya ingin dipandang oleh teman-temanmu bahwasannya 'Kamu punya pacar', ya kan? Sudahlah, tak perlu bingung ketika tidak memiliki pacar dan ketika meridukan seseorang. Cinta, Rindu itu memang fitrah akan tetapi tidak semua kehendak harus dipaksakan bukan? Tuhan selalu tau mana yang terbaik untuk hambanya :)

Titipkan saja rasa rindumu lewat doa-doa yang terbaik untuk dia kepada Tuhanmu. Kamu tak perlu mengusik kehidupannya atau bahkan meronta-ronta ingin dicintai oleh orang yang kamu cintai juga. Ikhlaslah.. Sudah aku katakan bukan? Tuhan selalu tau mana yang terbaik untuk hambanya. Bersikap tenang dan bijaksana saja dalam menjalani hidup ini, pantaskan dirimu untuk seseorang yang memang sudah dijodohkan oleh Tuhan untukmu nanti.

Hidup ini penuh dengan pilihan sehingga kamu memerlukan kebijaksanaan dalam memilih berbagai hal. Hidup ini penuh dengan tantangan sehingga kamu perlu untuk bersikap dewasa dan sederhana dalam berkata. Hidup ini ibarat lagu yang sering kamu dengarkan maka nyanyikanlah lagu itu dengan sederhana tapi bermakna. Jangan paksakan kehendakmu sendiri. Mengertilah sekitarmu. Lakukan yang terbaik dan tersenyumlah terhadap duniamu :)

Rindu dan Hidup.
Ucapkan rindumu dalam setiap doa kepada Sang Pemuas Cinta. Hargai hidupmu dalam setiap tangis dan tawa kehidupan. 
Sederhana dalam berkata, tak sesederhana dalam bertindak!

Mungkin kamu bisa paham lewat percakapan ini:

"Kita pasti pernah merasakan cinta yang membawa kita ke tempat tertinggi.. Kita lalu nerasakan yang namanya terjatuh yang mungkin karena kesalahan kita sendiri.. Kita memang tak mati, tapi terkadang lukanya membuat kita tak bisa berjalan mulus seperti dulu lagi. Sejauh langkah larikan kerinduan, tak ku temukan cara tuk lupakannya. Aku hanya ingin rahasianya yang bisa sembuhkanku dari luka lama yang menjerat dan menyayat hati.." -Isniani

"Sejauh mata memandang aku temui bayangan dirinya. Dalam kacamata keihlasan aku mencoba menghapus setiap jejak kerinduan akan tetapi aku tak mampu. Lalu rindu itu membiaskan doa agar cinta ini tetap memeluk dirinya kian erat. Merangkak, megalun sebagai metamorfosa cinta yang membuatnya tetap ada di keabadian cintaNya" -Anita Ichwana

"Lalu bagaimana dengan hati yang terus merintih, menahan [erih luka dimana cinta dan benci yang terus menerus menghujam batinnya? Lihatlah! Rasakan betapa pilunya hati ini yang hanya dapat bertopang pada sebuah simpul keikhlasan yang kian rapuh.. semakin merapuh.." -Isniani

"Bukan kita yang memilih cinta tapi cinta yang memilih kita. Bukan rapuh yang memilih kita tapi kita yang memilih rapuh. Karena ketika sudah ikhlas bukan pilu yang dirasa tapi bahagia yang merasuki seluruh kalbu. Lihatlah! Ketika peluang tabir bahagia tercipta, jarang ada manusia yang bersimpuh atas nikmat kebahagiaan didunia. Akan tetapi, ketika peluang tabir duka tercipta, manusia berbondong-bondong mengambilnya dengan tatapan miris karena ingin dikasihani. Tuhan berikan setiap peluang, begitu pula dengan cinta. Cinta memilih yang pasti dan membahagiakan yang dipilih dengan kesucian karunia cinta dari pandangan yang berbeda.." -Anita Ichwana


Dalam kacamata yang berbeda, aku mengambil sebuah makna. Bahwa ketika kamu bilang kamu rapuh sebenarnya bukan hatimu yang rapuh dan bukan rapuh yang memilihmu. Akan tetapi, kamu yang memproklamirkan diri bahwa kamu itu rapuh. Ikhlaslah dalam menerima semua hal yang terjadi didunia ini karena semua hal itu selalu ada maknanya, selalu ada alasan disetiap hal yang tercipta..
Saranku adalah ketika kamu merindukan seseorang.. berdoalah... peluklah dia kedalam naungan cintamu kepada Tuhan. Selipkan nama orang yang kamu cintai dan kasihi disetiap doamu. Tuhan akan tau dan akan menimbang hal apa yang terbaik untukmu kelak. Bersabarlah.. Memeluknya dalam doa adlah cara terbaik dalam merindukan seseorang. Be brave! 

Rinduku ada dalam pangkuan cintaNya. Hidupku pun begitu.. Happiness!
 
source: Tumblr

January 11, 2013

Ayahku Pahlawanku

Greeting Text



source: Google



Hello bloca..
Postingan terbaru ini buat kalian yang mungkin belum mengerti betapa baik dan sempurnanya Ayah kalian..

Ayah..
Nyatanya Ayah yang paling mengertiku, nyatanya Ayah yang ada dibalik semua kejeniusan dan perhatian Ibuku. Nyatanya hanya Ayah..
Saat aku kehilangan arah, nama Ayah yang aku sebut pertama kali. Saat aku menangis karena berbagai masalah, Ayah yang datang dan memelukku, menenangkanku. Banyak hal yang tidak kamu ketahui tentang Ayah..

Mungkin Ayahmu terlihat sangat otoriter dan seperti harimau didalam sangkarnya. Akan tetapi siapa yang mengira bahwa Ayahlah yang paling mendominasi dalam kehidupan kita?
Seperti saat Ibu member uang jajan kepada kita, darimana uang itu didapat? Dari Ayah.
Seperti saat kamu berada diluar rumah, siapa yang paling uring-uringan meminta Ibu untuk menanyakan kabar kepada kita? Itu ulah Ayah.
Seperti saat kamu akan pergi jauh dari jangkauannya, siapa yang paling tidak merelakanmu pergi? Itu Ayah.
Seperti saat kamu sakit, siapa yang paling berjuang memarahimu untuk memaksamu untuk sekedar makan lalu minum obat dan menggendongmu saat kamu tak mampu berjalan? Ayah, itu ulah Ayah.
Dan masih banyak lagi..

Tidakkah kamu sadari itu?
Apalagi untuk seorang anak perempuan, seorang anak perempuan yang begitu dijaga oleh Ayahnya. Ayahmu pasti akan menjagamu dengan cara yang berbeda, dengan cara yang tidak biasa. Tapi apa kamu sadar ketika Ayahmu sangat sedih saat kamu tidak mendengarkan perkataannya padahal yang dia katakan itu yang terbaik untukmu namun kamu tidak mau mendengarkannya, apa kamu tak punya hati kepada seorang paruh baya yang begitu mencintainya hingga ia berjuang membanting tulang untuk menghidupi keluarganya, apa kamu tak punya hati kepadanya? Apa tidak ada sedikit perhatianmu untuknya?

Ayah selalu memberimu nasihat yang sebenarnya. Ayah selalu memperingatkanmu agar kamu tidak menyesal nantinya. Ayah siap menggendongmu saat kamu tak mampu berjalan ketika sakit. Ayah mampu membuat lelucon agar ia dapat melihatmu tersenyum. Ayah rela berhutang untuk membelikanmu sebuah barang yang mungkin harganya lebih besar daripada gaji perbulan yang dimilikinya. Ayah siap mengantarmu kemana saja arah tujuanmu. Ayah.. ayahmu istimewa. Dia pahlawan dalam hidupmu.. tapi kamu tak pernah hargai ketulusan cinta yang dia berikan padamu…

Aku ingat ketika aku mulai jatuh cinta dan Ayahku yang menentangku agar tidak berpacaran. Alasannya sederhana, dia tak ingin aku terluka. Aku sempat mengabaikan perkataannya dan benar, aku menangis.. aku terluka.. Hanya Ayah yang rela memperingatkanmu sedemikian detailnya. Hanya Ayah… 
Hal yang baru aku tau beberapa tahun terakhir tentang sikap Ayah yang mulai lebih posesif dari siapapun. Ketika dia tau kita sudah berani bermain dengan cinta, dia cemburu karena anaknya sudah bisa mencintai laki-laki lain selain diriya sendiri. Dia cemburu sangat dalam sampai ketika kita ingin pergi dengan seorang temanpun ia memancing sebuah pernyataan dari kita untuk mengikuti kita dan ingin mengetahui apa yang akan kita lakukan disana, dengan siapa dan sering menelpon kita karena dia cemburu. Dia cemburu karena ia takut kehilangan perhatian dari anak perempuannya…..

Bagaimana? Kamu masih tidak menyukai Ayahmu?
Andai kalian jadi aku yang sempat terluka oleh seorang yang melahirkanmu, karena orang lain yang tidak kamu kenal, karena ulah jahat dari orang lain. Kamu akan paham betapa aku mencintai Ayahku.. Karena saat aku tak mampu menahan beban yang ada dipundakku, hanya Ayah yang masih bias berkata “Ayah saying kalian. Kalian anak Ayah. Ayah mungkin bias mati karena merasa sakit hati tapi Ayah ingat, Ayah punya kalian. Kalian yang masih membutuhkan Ayah”, kalau kalian ingin tau.. aku bukanlah dari keluarga yang sangat sempurna, keluargaku hampir berada diambang jurang perkawinan akan tetapi Ayahku bersabar, Ayahku berusaha ikhlas menerima cobaan dari Tuhan dengan satu motif kebahagiaan: “Aku masih punya 3 anak dan merekalah sumber aku tersenyum”.
Ya Allah kalau ingat masalah yang satu itu, rasanya pengen banget ngelempar bom ke orang yang merusak kebahagiaan keluargaku, serius deh :’>

Ironis..
Saat banyak remaja yang membenci Ayahnya sendiri. Begitu berani menucapkan kata-kata kasar kepada Ayahnya, padahal kalau tak ada dia maka tak ada kita didunia. Memang banyak kasus seorang Ayah yang menghardik anaknya sendiri, banyak kasus seorang Ayah memperkosa anaknya sendiri. Tapi yang aku tau pasti, Ayahku tidak demikian. Dialah motivasi terbesar dalam hidupku. Ibu tetap yang utama, aku tetap mencintainya akan tetapi atas semua yang aku dapatkan selama 18 tahun, aku tau semuanya tak lepas dari Ayah.

Ayah..
Aku tak tau harus katakan apa untukmu. Aku tak tau harus berbuat apa untukmu. Untuk membalas semua yang sudah kau lakukan untuk anak-anakmu, untukku.. aku tak tau. Mungkin saat ini hanya kata ‘terima kasih’ku untukmu, jika ada kata yang lebih berkenan dihatimu.. aku pasti akan berikan untukmu. Maafkan anakmu yang tak sempurna ini Ayah, karena belum bisa membahagiakanmu.. belum bisa tapi aku tetap berusaha..
Ayah, Aku sangat mencintaimu.. terima kasih.. :)

“Ya Allah Ya Rabb, lindungi keluargaku khusunya Ayahku, jagalah ia ya Allah. Izinkan ia mendampingiku saat aku menikah nanti. Ijinkan ia menikmati kerja kerasku didunia ini. Ya Allah hanya pada-Mulah aku memohon dan meminta. Terima kasih ya Allah.. Amin.. “


Ayah, aku rindu saat indah seperti digambar ini... 
 source: Google
Cute Spinning Flower Pink